Kumpulan Contoh-contoh surat resmi maupun contoh surat Dinas

11/24/2016

Cara Membuat Surat Perjanjian Hutang Piutang Yang Tepat

Didunia ini pasti ada namanya Hutang Piutang, supaya tidak ada hal yang tidak diinginkan didalam hutang piutang ini, maka dibutuhkan contoh surat perjanjian hutang piutang yang benar. Karena kita tidak tahu apabila kedua belah pihak baik yang memberikan pinjaman ataupun yang meminjam berlaku curang.

Sudah banyak sekali kejadian-kejadian yang terjadi didalam hutang piutang ini seperti orang yang berhutang tidak ingin membayar hutangnya dan orang yang meminjamkan hutang tersebut menambah-nambahi beban yang ada, dan masih banyak lagi.

Untuk itu, agar semuanya tidak terjadi, sangat wajib sekali kedua belah pihak untuk membuat Surat perjanjian hutan piutang, agar tidak terjadi seperti contoh diatas tadi serta kasus-kasus yang tidak diinginkan oleh kedua belah pihak. Sebenarnya masih banyak lagi syarat-syarat yang harus dipenuhi yang paling utama itu adalah KTP, KTP sangat penting sekali, karena jika bermasalah nanti, pihak berwajib akan mudah untuk menemukan orang yang bermasalah tersebut.

Cara Membuat Surat Perjanjian Hutang Piutang Yang Tepat
Hutang Piutang

Cara Membuat Surat Perjanjian Hutang Piutang

SURAT PERJANJIAN UTANG PIUTANG
Pada hari ini Kamis Tanggal Dua Puluh Empat Bulan November Tahun Dua Ribu Enam Belas, kami yang bertanda tangan di bawah ini setuju mengadakan Perjanjian Utang Piutang yaitu:
1.Nama:  Bambang
Umur:  25 Tahun
Pekerjaan:  Pegawai Negeri Sipil
Alamat:  Jl. Kejaksaan Tinggi No. 1 Jakarta

Untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.
2.Nama:  Jalaludin
Umur:  27 Tahun
Pekerjaan:  Wiraswasta
Alamat:  Jl. Komplek Kepolisan No. 99 Jakarta

Untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
Maka melalui surat perjanjian ini disetujui oleh Kedua Belah Pihak ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum di bawah ini:
  1. PIHAK PERTAMA telah menerima uang tunai sebesar Rp.700.000.000,- (Tujuh Ratus Juta Rupiah) dari PIHAK KEDUA yang dimana uang tunai tersebut adalah hutang atau pinjaman.
  2. PIHAK PERTAMA bersedia memberikan barang jaminan yakni …………., yang nilainya dianggap sama dengan uang pinjaman kepada PIHAK KEDUA.
  3. PIHAK PERTAMA berjanji akan melunasi uang pinjaman KEPADA PIHAK KEDUA dengan tenggang waktu selama 6 (Enam) bulan terhitung dari ditandatanganinya Surat Perjanjian ini.
  4. Apabila nantinya dikemudian hari ternyata PIHAK PERTAMA tidak dapat membayar hutang tersebut, maka PIHAK KEDUA memiliki hak penuh atas barang jaminan baik untuk dimiliki pribadi maupun untuk dijual kepada orang lain.
  5. Surat Perjanjian ini dibuat dalam 2 (Dua) Rangkap bermaterai cukup dan masing-masing rangkap mempunyai kekuatan hukum yang sama, masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.
  6. Surat Perjanjian dibuat dan ditandatangani oleh Kedua Belah Pihak secara sadar dan tanpa tekanan dari Pihak manapun di Jakarta pada hari, tanggal dan bulan seperti tersebut di atas.
Demikianlah surat perjanjian utang-piutang ini dibuat bersama di depan saksi-saksi, dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan untuk dijadikan sebagai pegangan hukum bagi masing-masing pihak.
PIHAK PERTAMA,
BAMBANG
PIHAK KEDUA,
JALALUDIN

Saksi-saksi :
NAMATANDA TANGAN
  1. Munawir Alfikri
  2. Siti Aminah
  3. Rahman Hijra
  4. Hasan Mubarak
  1. ………………………..
  2. ………………………..
  3. ………………………..
  4. ………………………..

Untuk lebih lanjutnya, silahkan diteliti Contoh surat perjanjian hutang piutang diatas tersebut, kemudian ubah data-datanya sesuai apa yang kamu inginkan, mudah sekali bukan? selamat mencoba...

Previous
Next Post »

Apa tanggapan Anda tentang Contoh surat diatas?